A.Sub Bagian Tata Usaha
Sesuai Tugas Pokok dan Fungsi maka rencana program Sub Bagian Tata Usaha adalah :
a.Peningkatan Sumber Daya Manusia melalui Bimbingan Teknis/ Pelatihan Profesional untuk kegiatan Teknis maupun kegiatan ketrampilan.
b.Mengoptimalkan Sarana Prasarana Rumah Pelayanan Sosial Anak Balita “Wiloso Tomo” Salatiga.
c.Peningkatan kerjasama dengan Dinas Sosial Kabupaten/Kota maupun mitra kerja, dan masyarakat.
B.Seksi Penyantunan
Sesuai dengan tugas pokok dan fungsi seksi penyantunan maka rencana teknis operasional penyantunan Penerima Manfaat diwujudkan dalam time schedule progam kegiatan sebagai berikut :
1. Pengasramaan Penerima Manfaat.
Penerima Manfaat diberikan Pelayanan berupa :
a) Pengasramaan.
Penerima Manfaat mendapatkan kepastian tempat tinggal / asrama mempunyai daya tampung 30 orang Penerima Manfaat.
b) Pemenuhan fasilitas Linen.
Penerima Manfaat diberikan fasilitas peralatan tidur berupa tempat tidur, kasur, bantal, sprei, sarung bantal dan selimut selama tinggal di Panti.
c) Pendampingan/Bimbingan Pengasuh
Untuk memperlancar kegiatan pelayanan, PM mendapat pendampingan dari pengasuh selama 24 jam
2. Permakanan meliputi :
a) Pengadaan Bahan Makanan.
Dalam Pengelolaan Pengadaan Bahan Makanan untuk Penerima Manfaat pengadaannya sebagai berikut :
(1) Pemenuhan Kebutuhan SUSU sesuai kelompok Usia.
(2) Pengadaan Bahan makanan sesuai daftar menu.
(3) Pengadaan snack dilaksanakan sesuai menu setiap jam 10 pagi.
b) Pengolahan Bahan Makanan
Pengolahan bahan makanan dilaksanakan setiap hari sesuai dengan menu yang ditentukan, dilaksanakan oleh Pramu Jamuan dengan sistem dapur untuk 3 kali penyajian makan yaitu makan pagi, siang dan malam.
c) Penyajian Makanan 3 kali sehari
(1) Dalam Penyajian Makanan dan pembersihan peralatan dan tempat makan sebanyak 3 kali sehari yaitu untuk makan pagi, siang dan malam dilaksanakan oleh Pramu Jamuan dibantu pramusiwi.
(2) Pada saat melaksanakan makan pagi, siang dan malam, Penerima Manfaat didampingi oleh Pramusiwi sesuai jadwal piket.
3. Pelayanan Kesehatan meliputi :
a) Penimbangan Berat Badan.
Untuk mengetahui perkembangan kesehatan Penerima Manfaat dilaksanakan penimbangan berat badan Penerima Manfaat setiap 1 (satu) bulan sekali.
b) Pemantauan Kesehatan
Pemantauan kesehatan terhadap Penerima Manfaat dilaksanakan setiap hari oleh Pengasuh / pramusiwi maupun dokter sesuai jadwal.
c) Pemberian Obat.
Apabila dalam pemantauan kesehatan terdapat PM yang sakit maka dari RPSAB “Wiloso Tomo” Salatiga akan segera memberikan obat sesuai sakit yang diderita, namun apabila sakitnya berlanjut akan segera dirujuk ke puskesmas/rumah sakit.
d) Kunjungan dokter sesua jadwal (1 Minggu 2 kali kunjungan)
e) Pelayanan Rujukan ke Puskesmas/Rumah Sakit
f) Pemenuhan Kebutuhan Pakaian
Setiap Penerima Manfaat diberikan kebutuhan sandang berupa 1 (satu) stel pakaian harian, dan pakaian dalam balita yang dilaksanakan 2x dalam setahun.
C. Seksi Bimbingan dan Rehabilitasi Sosial
Penyelenggaraan Bimbingan dan Rehabilitasi Sosial Di Rumah Pelayanan Sosial Anak Balita Wiloso Tomo meliputi :
A. Penerimaan Penerima Manfaat (PM) Di RPSAB Wiloso Tomo
a) Anak serahan dari orang tua kandung / ibu kandung / wali;
b) Anak temuan karena : dibuang, serahan/rujukan dari lembaga terkait;
c) Anak titipan karena dalam proses kasus hukum.
B. Pelaksanaan Proses Adopsi
Berdasarkan SK Gubernur Jateng Nomor. 31/2018 tugas dan tanggung jawab Rumah Pelayanan Sosial Anak Balita Wiloso Tomo Salatiga adalah sebagai berikut :
Memberikan informasi dan motivasi tentang pengangkatan anak antar warga Negara Indonesia kepada masyarakat;
Melayani secara prima dan professional permohonan pengangkatan anak antar warga Negara Indonesia;
Meneliti dan menganalisa kelengkapan kebenaran formal dan material syarat-syarat calon orang tua angkat;
Melaksanakan kunjungan rumah serta membuat laporan sosial untuk memantau perkembangan anak dalam pengasuhan calon orang tua angkat;
Membuat berita acara penyerahan anak dari panti kepada calon orang tua angkat;
Memfasilitasi calon orang tua angkat dalam pengajuan rekomendasi ke Instansi Sosial Kabupaten / Kota dan memantau pengajuan pengangkatan anak ke Pengadilan Negeri;
Melaporkan hasil kegiatan sebagaiman dimaksud pada huruf a sampai dengan huruf f kepada Gubernur Jateng melalui Kepala Dinas Sosial Provinsi jawa Tengah.
1. Jenis Pengangkatan anak
Pengangkatan Anak Antar WNI (Domestic Adoption)
a. Pengangkatan Anak berdasarkan Adat Kebiasaan
b. Pengangkatan Anak berdasarkan Peraturan Perundang-undangan :
1) Pengangkatan Anak secara Langsung
2) Pengangkatan Anak melalui Lembaga :
Pengangkatan Anak oleh COTA yang salah seorangnya WNA
Pengangkatan Anak oleh orang tua tunggal
2. Tujuan Pengangkatan Anak
Untuk kepentingan terbaik bagi Anak;
Mewujudkan kesejahteraan Anak & perlindungan Anak;
3. Prinsip-prinsip Pengangkatan Anak
Pengangkatan Anak hanya dapat dilakukan untuk kepentingan terbaik bagi anak dan berdasarkan adat kebiasaan dan peraturan perundang-undangan
Agama COTA dan CAA harus sama;
Asal - usul anak yang tidak diketahui, didasarkan atas mayoritas penduduk setempat di mana anak ditemukan;
Tidak Memutus Hubungan darah antara Anak dengan Orangtua Kandungnya;
Orangtua Angkat wajib memberitahukan asal usul & Orangtua Kandung anak yang diangkat dengan memperhatikan kesiapan anak yang bersangkutan;
Pengangkatan Anak WNI oleh WNA dilakukan sebagai upaya terakhir (ultimum remedium).
Tidak Memutus Hubungan darah antara Anak dengan Orangtua Kandungnya;
Orangtua Angkat wajib memberitahukan asal usul & Orangtua Kandung anak yang diangkat dengan memperhatikan kesiapan anak yang bersangkutan;
Pengangkatan Anak WNI oleh WNA dilakukan sebagai upaya terakhir (ultimum remedium).
4. Syarat-syarat pengangkatan anak
Syarat Anak Yang Diangkat
(1) Usia Anak Angkat :
Belum berusia 18 (delapan belas) tahun
Merupakan anak terlantar atau ditelantarkan
Berada dalam asuhan keluarga atau dalam Lembaga Pengasuhan Anak
Memerlukan perlindungan khusus
(2) Kriteria usia Anak Angkat meliputi:
Anak belum berusia 6 tahun, prioritas pertama.
Anak berusia 6 tahun s.d. belum berusia 12 tahun, sepanjang ada alasan yang mendesak.
Anak berusia 12 (dua belas) tahun s.d. belum berusia 18 tahun, sepanjang anak memerlukan perlindungan khusus berdasarkan Laporan Sosial dari Pekerja Sosial.
Syarat Calon Orangtua Angkat (Cota)
( 1 ) Syarat Material
• Sehat jasmani rohani;
• Umur paling rendah 30 tahun, paling tinggi 55 tahun;
• Beragama sama dengan CAA;
• Berkelakuan baik;
• Berstatus menikah paling singkat 5 tahun;
• Tidak merupakan pasangan sejenis;
• Tidak/belum mempunyai anak atau hanya memiliki satu anak;
• Dalam keadaan mampu ekonomi dan social;
• Memperoleh persetujuan anak & izin tertulis Ortu atau wali anak;
• Pernyataan bahwa pengangkatan anak untuk kepentingan terbaik bagi anak, kesejahteraan dan perlindungan anak;
• Laporan sosial dari Pekerja Sosial;
• Telah mengasuh paling singkat 6 bulan sejak Izin Pengasuhan diberikan;
• Memperoleh izin menteri dan/atau instansi social.
( 2 ) Syarat Administratif :
• Asli/Legalisir Surat keterangan Sehat dari Rumah Sakit Pemerintah;
• Asli/Legalisir Surat Keterangan Kesehatan Jiwa dari Dokter Spesialis Jiwa dari Rumah Sakit Pemerintah;
• Legalisir Copy Akta Kelahiran COTA;
• Asli/Legalisir SKCK Kepolisian setempat;
• Legalisir Surat Nikah/Akta Perkawinan COTA;
• Legalisir Kartu Keluarga dan KTP COTA;
• Legalisir Akta Kelahiran CAA (Calon Anak Angkat);
• Asli Keterangan Penghasilan dari tempat bekerja COTA;
• Asli Surat Pernyataan persetujuan Calon Anak Angkat di atas kertas bermaterai cukup bagi anak yang telah mampu menyampaikan pendapatnya dan/atau hasil laporan Pekerja Sosial;
• Asli Surat Izin dari Orang tua kandung/wali/kerabat COTA di atas kertas bermaterai;
• Asli Surat pernyataan tertulis di atas kertas bermaterai cukup bahwa COTA akan memberitahukan kepada anak angkatnya tentang asal usulnya dengan memperhatikan kesiapan anak;
• Asli/Legalisir Surat/Berita Acara Penyerahan Anak yang diketahui oleh Kepala Desa /Lurah dan Kepala Instansi Sosial setempat;
• Asli Surat rekomendasi dari Kepala Instansi Sosial Kab/Kota;
• SK dari Kepala Instansi Sosial Provinsi.
C. Pelaksanaan Bimbingan dan Rehabilitasi Sosial
Jenis layanan Bimbingan yang dilaksanakan terdiri dari :
1. Bimbingan Agama / Spiritual dilaksanakan bagi PM yang berusia 3 tahun ke atas berupa dasar-dasar pengetahuan agama dan pelajaran iqro;
2. Terminasi PM dilaksanakan :
- Reunifikasi yaitu mengembalikan anak kepada keluarganya karena
tempat terbaik untuk tumbuh kembang anak dan mendapat kasih sayang penuh adalah di tengah keluarganya, bersama ayah ibunya dan saudara-saudaranya;
- Rujukan Pelayanan lanjut usia sekolah SD;
- Rujukan ke lembaga tertentu.